.

Dengan semangat reformasi yang tetap tinggi,
Edisi 009 masih hadir. Salam Reformasi.

Tadinya memang banyak yang ragu, jangan-jangan Windows 98 akan terganjal



Di bagian ini, melanjutkan kabar, bahwa Windows 98 sudah beredar.



Ada 'bug' sembunyi di balik Lotus di baris-baris nomor 162, 322, 483, 644 serta di 793.

IBM Berunding dengan Acer, Seputar Lisensi Chip Memori

Bug di Internet Explorer 4.0.

Rubrik ini di-update harian, antisipasi berita yang last-minute

Pengantar Sistem Analis (bagian 9) Panduan Dasar dalam Perancangan Sistem




Sejumlah paket untuk usili Windows 95 (yang tidak jahat), antara lain WinHack 95

Panduan membuat program aplikasi Akuntansi (bagian 2)

Surat e-mail yang mungkin kesasar

Apkomindo







 



Data System Redesign

Pengantar Analisa dan Perancangan Sistem
(Bagian 9)

Sistem baru dimaksudkan agar terjadi peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam penyelenggaraan sebuah sistem informasi yang berlangsung dalam sebuah perusahaan. Peningkatan efektivitas dan efisiensi tersebut, antara lain, harus didukung dengan tersedianya sistem dan prosedur kegiatan pengolahan data, yang melibatkan teknik-teknik terbaik yang dimungkinkan dalam mengelola perangkat keras, perangkat unak, serta dalam kaitannya terhadap jenis aplikasi dan arah sistemnya. Demikian. Apa makna dari uraian yang terkesan ‘padat’ di atas ?

Pertama, sebuah kegiatan pengolahan data, jika sudah menuntut soal-soal efektivitas dan efisiensi, berarti berbicara tentang satuan waktu olah, yang secara rasio harus lebih cepat, dibanding dengan jumlah data serta informasinya. Artinya, yang paling mudah cara pemecahannya, adalah dengan menyediakan perangkat keras yang menjamin kecepatan olah tersebut. Bisa berupa penggunaan mesin yang didukung dengan processor kuat, seperti (minimal) 486, Pentium, dan lain sebagainya. Dukungan kecepatan juga bisa diperoleh dengan penggunaan periferal, seperti hard disk, printer, dan lain sebagainya, yang juga memiliki performa yang bagus pula.

Kedua, adalah masalah jenis aplikasi yang diolahnya. Kecepatan olah sebuah aplikasi ditentukan oleh banyak hal. Antara lain adalah mengenai jumlah data, jumlah laporan yang akan dihasilkan, sistem dan prosedur dalam mempersiapkan data, dimulai dari source data hingga filing systemnya.

Jumlah data yang sangat besar, jelas, akan mempengaruhi lamanya proses. Sementara itu, adanya laporan-laporan manajerial yang akan melakukan resume terhadap data-data tersebut, juga dipastikan akan menyita waktu. Jika ini tidak ditunjang oleh penggunaan perangkat keras yang memadai, akan membuat proses penyiapan data memang akan sangat lama.

Sebenarnya, jika sudah banyak laporan manajerial yang akan diproduksi dalam sebuah penyelenggaraan sistem informasi, adalah dengan menyediakan sistem pengarsipan yang diatur sedemikian rupa, sehingga setiap proses pelaporan tak harus melalui data dasar lagi.

Selain itu, teknik-teknik pemrograman juga ikut mempengaruhi dalam menghasilkan suatu peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam pengolahan data. Beberapa teknik pemrograman terlihat ‘tak ada masalah’ ketika dihadapkan pada suatu jumlah data tertentu, tetapi menjadi soal ketika jumlah data menjadi lumayan besar. Beberapa teknik pemrograman terlihat menjadi mudah dan efektif dengan melibatkan sarana-sarana media penyimpan data tertentu, tetapi belakangan menjadi biang-kerok dari penyebab semua keterlambatan proses.

Dengan demikian, teknik pemrogaramn, yang berkait erat dengan pengaturan logika kalimat-kalimat program dalam bahasa pemrograman tertentu tersebut ikut memberikan andil dalam proses peningkatan efektivitas dan efisiensi sebuah kegiatan pengolahan data.

Mengingat bahwa ketersediaan perangkat keras yang optimal sama sekali tergantung kepada ada atau tidaknya perangkat tertentu tersebut di pasar, serta tergantung rencana investasi perusahaan yang bersangkutan, maka tinjauan dalam peningkatan efektivitas dan efisiensi sistem, yang menjadi tanggungjawab pihak system analist adalah dengan melakukan kajian didalam rancangan sistem yang hendak dibuatnya. Khususnya perihal tatacara pendekatan pengelolaan data yang hendak dijalankan. Salah satu unsurnya adalah perihal perancangan ulang struktur data, pengarsipan, serta tatacara dalam persiapan datanya.

Terdapat sejumlah sistem penyelenggaraan data yang bisa dimanfaatkan oleh seorang sistem analis. Masing-masing memiliki sifat dan karakteristik khas, yang erat kaitannya dengan jenis dan model aplikasi yang dikembangkan. Baik dari segi jumlah data, tingkat kesiapan data, maupun dalam hal laporan-laporan yang akan dihasilkan.

Beberapa jenis sistem penyelenggaraan data yang ada adalah apa yang disebut dengan :

Random Processing Systems
On-Line Systems
Real-Time Systems,
dan
Batch Processing Systems.

Random Processing Systems juga dikenal dengans ebutan in-line memungkinkan dilakukannya pengolahan kapan saja, sejauh transaksi data yang bersangkutan sudah tersedia. Dalam sistem ini tidak diperlukan penghimpunan data lebih dahulu, dalam kelompok-kelompok dokumen data yang disebut batch. Juga tak mensyaratkan harus dilakukannya pengelompokan dan pengurutan yang perlu diatur secara manual. Begitu data ada, ya, langsung diproses saja.

Untuk menyelenggarakan model pengolahan data seperti ini, maka data-data induk, yang akan menampung proses updating dari adanya transaksi-transaksi tersebut, harus tersimpan dalam media direct-access seperti hard disk, disket, dan sejenis dengan media tersebut. Di instalasi-instalasi komputer mainframe dan mini dikenal adanya media berbentuk magnetic-tape, yang jelas tak bisa bekerja secara direct-access tersebut (bisanya sequential). Di PC kita memang cuma mengenal adanya hard disk dan disket. Magnetic tape biasanya cuma dipakai sebagai back-up saja. Untuk arsip. Tak aktif dalam pemrosesan data.

Jika sistem analis memilih konsep random processing systems ini, maka konsekwensinya adalah harus tersedianya media penyimpan data yang bisa diakses secara random (direct). Aplikasi-aplikasi inventory control (persediaan barang), seperti yang ada di supermarket, apotik, dan lain sebagainya, biasanya memerlukan bentuk sistem seperti ini, untuk mampu setiap saat mengetahui jumlah stok barangnya secara tepat.

On-Line Systems adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Sistem on-line banyak diterapkan dalam sistem reserveasi penerbangan, dengan komputer induk yang ada di pusat komputer perusahaan penerbangan yang bersangkutan, yang dihubungkan dengan ratusan (bahkan ribuan) terminal, yang tersebar di semua kota-kota, bahkan di negara-negara lain di dunia, sebagai pusat-pusat pemasaran perusahaan penerbangan yang bersangkutan.

Permintaan reservasi yang dilakukan oleh sebuah terminal atas suatu jadual penerbangan tertentu akan menampilkan di layar informasi mengenai penerbangan yang bersangkutan, berikut status okupansinya. Penambahan penumpang baru akan mengupdate posisi okupansi (jumlah kursi penumpang terpesan) jadual penerbangan tersebut.

Sistem on-line memerlukan konfigurasi perangkat yang menyediakan media random-access, serta perangkat terminal untuk keperluan on-line.

Real-Time Access adalah suatu bentuk pengolahan data yang memerlukan suatu tingkat transaksi dengan kecepatan yang sangat tinggi, karena kebutuhan informasi yang harus segera diperoleh pada saat yang sama, sebagai bagian dari pengendalian sistem secara keseluruhan melalui tersedianya laporan (informasi) terolah pada saat tersebut.

Pengendalian roket ke ruang angkasa, yang melibatkan banyak variabel yang akan mempengaruhi arah perjalanan roket (dengan kecepatan tinggi) sangat diperlukan untuk segera diolah, dan akan dipakai untuk menentukan arah perjalanan roket tersebut di setiap detiknya, agar perjalanan roket tersebut tidak salah. Juga pada sistem manufaktur yang mengandalkan pada process control systems, yang akan mengolah semua masukan data yang terjadi setiap detik, sebagai bahan penentu pabrikasi dan manufaktur yang sedang berjalan. Data-data penting, yang akan selalu bergerak setiap saat tersebut, misalnya, adalah perubahan frekuansi, tegangan listrik, kimiawi, suhu, fisis, foto, dan lain sebagainya.

Batch Processing Systems adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut.

Biasanya, pendekatan pengolahan data dengan sistem batch ini diberlakukan untuk sistem informasi yang tidak terlalu memerlukan informasi yang mutakhir hingga ke detik paling akhir dari perkembangan datanya. Misalnya, laporan yang dikehendaki masih bisa tertunda sampai pada level harian, mingguan, tengah-bulanan, bulanan, dan lain sebagainya.

Untuk level informasi yang berkadar mingguan, misalnya, maka data-data selama seminggu dikumpulkan, untuk secara bersama-sama diproses bersamaan. Demikian halnya untuk level informasi yang bulanan, dan lain sebagainya.

Biasanya, pendekatan model ini ditujukan untuk aplikasi yang memiliki jumlah transaksi yang besar, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan pendahuluan, sebelum data-data tadi diolah.

Sejauh ini, batch-processing systems masih merupakan sistem yang paling banyak digunakan, karena memang banyak membantu jika aplikasi itu melibatkan data dalam jumlah besar.

Pembaca, demikian dahulu ceritaku kali ini. Soal kenapa Batch Processing Systems lebih banyak dipilih, ya, harap sabar hingga edisi depan saja. (edi purwono)