.

Dengan semangat reformasi yang tetap tinggi,
Edisi 009 masih hadir. Salam Reformasi.

Tadinya memang banyak yang ragu, jangan-jangan Windows 98 akan terganjal



Di bagian ini, melanjutkan kabar, bahwa Windows 98 sudah beredar.



Ada 'bug' sembunyi di balik Lotus di baris-baris nomor 162, 322, 483, 644 serta di 793.

IBM Berunding dengan Acer, Seputar Lisensi Chip Memori

Bug di Internet Explorer 4.0.

Rubrik ini di-update harian, antisipasi berita yang last-minute

Pengantar Sistem Analis (bagian 9) Panduan Dasar dalam Perancangan Sistem




Sejumlah paket untuk usili Windows 95 (yang tidak jahat), antara lain WinHack 95

Panduan membuat program aplikasi Akuntansi (bagian 2)

Surat e-mail yang mungkin kesasar

Apkomindo







 




Tips Online
Pro Reformasi


Bukan karena latah, jika logo majalah listrik ini, Tips Online, berselang-seling dengan logo 'tambahan' yang 'Pro Reformasi'. Meski ini bukan wacana politik, namun semangat pengelolanya, dan, Insya Allah,
juga semangat para pembacanya, secara sadar menempatkan diri dalam sisi pihak-pihak yang menyuarakan hati nurani, untuk melakukan reformasi di dalam kehidupan berbangsa agar benar-benar yang disebut kuat itu adalah kuat. Bukan seperti selama ini, yang mencibir Thailand dan Filipina, dengan menyebut fundamental ekonomi Indonesia kuat. Nyatanya?

Nina bobo, dan terlalu merdunya puja-puji yang selama ini digembar-gemborkan, yang menyatakan negeri kita ini subur, makmur, aman, sentosa, sejahtera lahir batin, dengan memiliki kepribadian yang seolah-olah adhi-luhung, yang menggunakan cermin-cermin kebesaran masa lalu, telah membuat warga bangsa ini lemah secara sosial, politik, ekonomi, budaya, dan lain sebagainya. Kelihatan sekali, ketika kapal yang bernama Indonesia ini oleng, bahkan karam, para petinggi negara yang notabene adalah para nakhoda, lebih menjalankan pola-pola SDM, yang 'selamatkan diri masing-masing', dan membebankan ongkos-ongkos yang nyaris tak terbayar kepada rakyat yang selama ini tak ikut memperoleh bagian dari nikmat dunia yang bernama kemakmuran, kesejahteraan, dan kucuran kredit luar negeri. Lihat saja, KLBI, siapa sih yang menikmati? Dan ketika BBM harus naik harganya, hanya mereka penerima kucuran nikmat itu sajakah yang menanggungnya? Ternyata tidak.

Itulah sebabnya, reformasi tak boleh berhenti. Dan untuk tetap menjaga stamina para pejuang reformasi, yang harus didukung oleh suasana serupa dari seluruh warga bangsa, termasuk pembaca homepage Tipe Online ini, maka saya, pengelola situs ini, memutuskan untuk menambahkan judul 'Pro Reformasi' di logo majalah ini. Tak ada pilihan lain.

Bicara soal reformasi di pihak lain, maka boleh jadi saat ini kita memang perlu melakukan reformasi di kuda tunggangan operasi komputer kita, yang bernama sistem operasi. Sehebat apa pun perangkat keras dan lunak yang kita miliki, namun tanpa kuda tunggangan yang bernama sistem operasi, rasanya percuma melenggang. Landasan kekuatannya itu sendiri harus (juga) ikut dibenahi. Sistem operasi bernama Windows 98 sudah hadir. Inilah kuda tunggangan baru, yang menyajikan banyak peluang untuk masuk ke dunia pemanfaatan komputer secara lebih baik lagi.

Saya sebut beberapa alasan, mengapa Windows 98 patut dipertimbangkan. Pertama adalah kemampuan memberikan perlindungan dari 'crash' yang lebih baik. Dengan begitu, kecelakaan fatal, bisa dikurangi peluangnya. Di tengah krisis ekonomi seperti saat ini, memelihara barang-barang lama, agar tak rusak, rasanya adalah sebuah keharusan.

Yang lain adalah mengenai efisiensi penempatan data yang membuat hard disk kita bisa memuat data 'lebih banyak' dibanding sebelumnya. Bisa lebih banyak begitu adalah karena di Windows 98 ini telah dilakukan pengecilan ukuran cluster. Jika di Windows 95 sebelumnya ukuran cluster adalah sebesar 32 Kb, maka kini menjadi sangat optimum, hanya 4 Kb. Apa hubungan antara ukuran yang mengecil ini dengan semakin banyaknya penyimpanan data kita?

Jika hard disk kita ibaratkan sebuah rangkaian kereta api, maka cluster adalah gerbong-gerbongnya. Lalu penumpang atau sekelompok penumpang adalah kita ibaratkan sebagai para penumpang yang egois, yang hanya bersedia berada dalam gerbong sendiri-sendiri, tanpa boleh ada kelompok lain berada di gerbongnya. Jika pun rombongan tersebut memerlukan dua buah gerbong atau tiga, atau lebih, maka tetap saja di gerbong-gerbong tersebut tak boleh ada orang di luar kelompok mereka. Bayangkan, jika ada sebuah rombongan yang cuma berisi satu orang saja, betapa mubazirnya gerbong di mana ia berada. Maklum, cara pencatatan identitas penumpang (file) di kereta api (hard disk) adalah berdasarkan nomor gerbong (cluster). Tak mungkin menyebut gerbong (cluster) yang sama untuk penumpang (file) yang berbeda.

Dengan makin banyaknya file-file berukuran kecil, maka cluster yang tak efisien akan semakin banyak. Akibatnya, banyak ketidakefisienan dalam bentuk byte-byte kosong. Untuk melihat apakah hard disk Anda efisien atau tidak, coba lakukan perintah 'DIR /V' pada DOS prompt. Di situ akan terlihat berapa byte ukuran file masing-masing, dan berapa besar ukuran cluster tempat penampungannya. Begitu banyak file-file kecil yang kita miliki, seperti AUTOEXEC.BAT, WIN.INI atau file-file system yang lain, yang dengan 'angkuhnya' duduk di sebuah cluster yang ukurannya bisa delapan kali ukuran dirinya.

Dengan membuat mengubah ukuran kecil menjadi sangat optimum, hanya sebesar 4 Kb, maka keangkuhan boleh saja tetap ada, tetapi sisa spasi yang nganggur bisa, jika dihitung dari ukuran semula yang 32 Kb, bisa ditempati rombongan penumpang lain.

Alasan lain adalah semakin cepatnya proses berlangsung dengan sistem operasi baru ini. Rasanya, dengan tiga hal itu saja sudah cukup bagi kita untuk memutuskan apakah perlu mengganti sistem operasi lama dengan yang baru ini.

Di edisi 009 kali ini, selain bicara soal kabar tentang sudah hadirnya sistem operasi baru tersebut, Windows 98, namanya, maka juga ada artikel ikutan yang menjelaskan mengenai alasan-alasan mengapa Anda dianjurkan cepat-cepat ganti sistem operasi Anda dengan yang satu ini. Tetapi juga ada peringatan tambahan, yang setidaknya mengharapkan agar Anda mau menunggu barang sejenak. Kira-kira apa?

Bicara soal produk, lebih-lebih yang baru, maka kita harus waspada, sudah benar-benar telitikah pembuatnya. Jangan-jangan kita mendapat 'bonus' berupa 'bug', yang siapa tahu, iya kan, akan bikin berantakan.

Bicara soal bug, maka di edisi ini disampaikan kabar mengenai bug di Lotus dan Internet Explorer 4.0. Seberapa jauh berbahayanya bug tersebut bagi kelangsungan operasional komputer kita, bisa dibaca.

Sejak edisi lalu, di majalah listrik ini ada kebiasaan baru yang amat sangat positif, yaitu munculnya penulis-penulis tamu. Padahal mereka datang menulis tanpa memperoleh imbalan apa-apa bagi jerih payahnya. Toh mereka masih mau menulis. Toh mereka menitipkannya kepada saya untuk ditayangkan melalui majalah ini. Padahal, jika dikirim ke media cetak lain mereka bisa memperoleh honor tak sedikit. Jelas, saya terharu. Perhatian atas majalah 'reformasi' ini benar-benar patut saya acungi dobel-jempol.

Sebelum lupa, saya mau minta maaf yang sangat besar. Di edisi 008 lalu ada beberapa link yang buntu. Tersedia pilihannya, tapi tak tersedia HTML-nya. Kesalahan bukan di browser Anda, tetapi memang karena saya tak punya cukup waktu untuk menuliskannya. Itu sebabnya, artikel yang direncanakan tersebut saya muat di edisi sekarang. Harapan saya Anda tak marah karena kesalahan yang saya perbuat tersebut.

Selain itu ada sebuah pertanyaan yang saya terima dari salah seorang pembaca, yaitu 'kenapa ada gambar XXX yang nanggung, sih'. Tentu saja, tak sembarang meletakkan, jawab saya. Itu adalah bagian dari ilustrasi atas sebuah artikel yang 'nyerempet' atas hal-hal tadi. Seperti kalimat-kalimat yang baru saja Anda baca ini. Ya, terpaksa harus ada 'ilustrasi'-nya, to?

Kapan Tips ONLINE punya nama domain seperti janji yang saya utarakan di edisi lalu?

Ternyata, masih banyak urusan yang harus diselesaikan. Tetapi, lambat atau cepat, pasti akan sampai di sana. Bangga, lho, bisa mencapai tataran tadi. Lebih-lebih agar saya bisa memberikan servis bagus kepada Anda.

Terharu? Jangan. (edi purwono)