. ![]() Dengan semangat reformasi yang tetap tinggi, Edisi 009 masih hadir. Salam Reformasi. Tadinya memang banyak yang ragu, jangan-jangan Windows 98 akan terganjal Di bagian ini, melanjutkan kabar, bahwa Windows 98 sudah beredar. Ada
'bug' sembunyi di balik Lotus di baris-baris nomor 162,
322, 483, 644 serta di 793. IBM
Berunding dengan Acer, Seputar Lisensi Chip Memori Bug di Internet Explorer 4.0. Rubrik ini di-update harian, antisipasi berita yang last-minute
Pengantar Sistem Analis (bagian 9) Panduan
Dasar dalam Perancangan Sistem Surat e-mail yang mungkin kesasar
|
![]() IBM Berunding dengan Acer, Seputar Lisensi Chip Memori IBM, si raksasa biru, perusahaan komputer terbesar di dunia saat ini, sedang melakukan negosiasi dengan Acer, seputar rencana pemberian lisensi teknologi manufaktur chip memori milik IBM kepada Acer. Melekat di lisensi tersebut adalah kesempatan bagi Acer untuk membuat chip generasi di atas 64 megabit. Acer berencana untuk membuat chip 256 megabit dengan basis proses produksi 0.18 micron dari IBM tersebut. Jika ini jalan, maka Acer adalah perusahaan yang pertama menikmati lisensi tersebut. Teknologi yang dilisensikan tersebut datang dari fasilitas pengembangan chip maju di Fishkill, New York, milik IBM, di mana si Big Blue, Siemens dan Toshiba telah menjalin kerjasama untuk mengembangkan teknologi chip DRAM (dynamic random access memory). Pabrik ini kemudian juga termashur menjadi produsen telnologi chip tembaga IBM. Saat ini chip paling gegas dari Acer adalah DRAM berukuran 64-negabit yang dibuat dengan proses produksi 0.25 mikron. Dengan dilakukannya kemampuan proses produksi yang makin mengecil, sebesar 0.18 mikron yang sudah dilakukan oleh IBM, telah membuat kian banyaknya jumlah transistor yang bisa ditempatkan pada sebuah chip dan, sudah bisa diduga, membuat kapasitasnya juga semakin bengkak. Berbagai pembicaraan merebak sebulan selepas Texas Instruments menjual saham fasilitas pembuatan chipnya yang ada di Taiwan kepada partner lamanya, Acer. Ini dilakukannya untuk mengantisipasi perkembangan harga chip yang kian deras. Akibat dari pelepasan saham ini, maka hubungan antara dua perusahaan ini, di mana TI menyediakan teknologinya sementara Acer melakukan manufakturisasinya, sudah usai. Dengan begitu, maka Acer kini bebas untuk mencari mitra untuk memperoleh teknologi pembuatan chipnya. Menurut Jim Handy, dari Dataquest, IBm dan Acer bahkan sudah membangun hubungan kerjasama yang setara dengan pola hubungan antara Acer dengan TI sebelumnya, di mana si Raksasa Biru bersedia memberikan lisensi atas teknologinya, sementara pihak Acer yang akan memproduksinya. Bulan April lalu, IBM telah menandatangani untuk melepas lisensi dari teknologi LCD (liquid crystal display) IBM pada Acer. LCD kita tahu, banyak digunakan di layar notebook. IBM juga memperoleh banyak keuntungan dari terselenggaranya kerjasama dengan Acer ini. Setidaknya sebagai ujicoba pasar memory 256-megabit. Jika suatu saat permintaan akan jenis memori ini menaik, maka IBM bisa dengan enaknya memanfaatkan segenap permodalan dan fasilitas fabrikasi Acer tersebut. IBM sendiri sebenarnya sudah bukan perusahaan yang asing di taiwan, bahkan bisa disebut sebagai salah satu dari perusahaan Taiwan saja. Maklum, sudah 20 tahun lamanya IBM berkiprah di negara tersebut. wajar, jika di kalangan eksekutif mereka pun sudah sangat faham perihal kultur bisnis orang-orang Taiwan. Wajar saja, jika dengan gampang mereka memutuskan untuk melanjutkan bisnis mereka di sana, meski mereka tak lagi memiliki fasilitasnya sendiri di sana. Harga memori
melorot pukulan berat buat Acer. Perihal penyebabnya, menurut TI-Acer, tak lan adalah karena banyaknya suplai DRAM di seluruh dunia, seiring dengan berbagai pengereman produksi yang ditingkah oleh petaka finansial yang melanda kawasan Asia, khususnya yang terjadi di Korea Selatan, negara penghasil DRAM besar dunia, serta saingan-saingan dalam negeri Taiwan sendiri. Suplai DRAM sendiri memang jauh melebihi kebutuhan dan bersamaan itu pula harga DRAM mengalami penurunan besar-besaran yang tidak rasional, sebagai akibat dari badai ricuh keuangan kawasan Asia tadi. Sebaliknya, pihak Korea Selatan sendiri mengalami keuntungan yang tak sedikit, dengan sesekali melakukan ekspor, karena jatuhnya nilai Won Korea yang nyaris separuhnya, sementara Taiwan cuma jatuh sebesar 15 persen. Menurut TI-Acer, kalangan produsen DRAM di Korea Selatan, telah melakukan politik perlindungan harga, dengan menjual di bawah harga pasar. Bayangkan, katanya, mereka menjual dengan harga di bawah 2 USD.. Karena ekonomi negara tersebut, Korea Selatan, yang sedang kolaps, maka sejumlah perusahaan Korea Selatan telah membanting DRAM harga secara gila-gilaan seperti itu, di bawah 2 USD sebijinya. Mata uang Dollar Taiwan sendiri cukup tedepresiasi terhadap Dollar AS. Dan ini jelas berpengaruh atas aliran dana TI-Acer pada akhirnya. Dengan fluktuasi nilai tukar mata uangnya yang kacau tersebut, tercatat TI-Acer telah mengalami kerugian, jauh dari perkiraan kerugian yang mereka patok sebesar 1.8-milar Dollar Taiwan tadi. Secara pembukuan memang ada kerugian, namun itu bukan kerugian yang nyata. Sehingga masih belum banyak pengaruh bagi perusahaan itu sendiri. Taiwan genjot
produksi chip memori. Upaya yang dilakukan para produsen chip memori Taiwan tersebut juga akan berpengaruh banyak terhadap ketersediaan memori yang lebih efisien di produk-produk desktop tahun depan. Soalnya, memori yang 64-megabit ini akan mampu menampung empat kali lebih banyak dibanding chip memori selama ini yang ukurannya cuma 16-megabit. Pasar chip memori saat ini didominasi oleh modul-modul yang merupakan integrasi chip 16-megabit. Pada umumnya, tiap-tiap module memori tadi berukuran 8 MB hingga 16 MB. Pihak-pihak seperti Promos Technologies, TI-Acer, Powerchip Semiconductor, Vangaurd International, Nan Ya Technology dan Winbond Electronic saat ini sedang mempercepat rencana produksi DRAM mereka dengan kapasitas yang 64-megabit tadi. Kabar ini dilansir oleh koran taiwan sendiri, Commercial Times. Promos dan TI-Acer saat ini telah memproduksi DRAM 64-megabit tersebut, sementara pihak-pihak yang lain baru akan melansir produknya pada kuartal empat tahun ini. Dengan begitu, penjualan besar-besaran mereka baru akan terjadi pada paruh pertama tahun depan. begitu Commercial Times mengabarkan. Meski hasil dari upaya mereka ini masih harus dilihat, para pengamat sepakat untuk memperingatkan agar perusahaan-perusahaan tersebut mampu mengendalikan harga dan keuntungannya pada tingkat yang normal, mengingat sering tak terduganya pukulan-pukulan yang sering terjadi di industri padat teknologi ini. Salah satunya adalah karena mereka memproduksi secara berlebihan, sehingga membuat harga pun terdesak turun. Dua tahun lalu, harga DRAM 16-megabit sekitar 16 dollar. Saat ini harganya cuma 5.50 hingga 7 USD saja. Padahal, harga pokok produksinya sendiri sudah sekitar 5.50 USD. Dalam tempo yang sama, harga DRAM yang 64-megabit juga melorot jauh sekali. Dari seharga 250 USD jatuh menjadi sekitar 30 sampai 36 USD. Padahal, tren penurunan harganya masih akan terus berlanjut. Perkiraannya, tahun 1998 sudah akan terjadi keseimbangan harga. Perang harga, bagaimana pun, banyak memberikan keuntungan bagi para pembeli komputer dengan semakin turunnya harga sistem komputer, sementara komputernya sendiri semakin canggih, dengan memori yang lebih besar dibanding konfigurasi standarnya. Jatuhnya harga FRAM 64-megabit berarti akan membuat para user akan segera melihat terpasangnya chip memori jenis ini lebih dini dibanding dengan jadual sebelumnya. DRAM kapasitas 64-megabit saat ini banyak dipakai untuk workstation, sementara yang 16-megabit sebagai memori utama pada PC. Kemungkinan besar harga akan terus menurun. Dan jika itu terjadi, maka tak bisa ditolak, penggunaannya di PC pada kuartal awal tahun depan pasti akan terjadi. Bahkan, ada kemungkinan lebih cepat dari itu. Kemungkinan para produsen Taiwan akan menyelesaikan pekerjaan ini tahun depan memang masih perlu dilihat lebih lanjut. Sebab, hampir sebagian besar dari kapasitas produk Taiwan saat ini masih sedang marak di kapasitas memori yang 16-megabit. Akibatnya kebutuhan akan DRAM yang 64-megabit memang masih terlalu sedikit. Banyaknya kabar mengenai DRAM yang 64-bit lebih dinilai sebagai kabar-kabar belaka, dan bukan realitas sesungguhnya di jalur produksi. Selain itu, saat ini para pabrikan Taiwan sedang gencar-gencarnya menguber kemungkinan mengadopsi teknologi mutakhir dari Korea Selatan dan Jepang untuk memproduksi chip memori 128 MB. Para pembuat chip memori dikabarkan segera akan merilis DRAM berkapasitas 128-megabit pada tahun 1998 ini. Pembuat chip memori di Jepang, seperti NEC Electronics, Toshiba, dan Fuyitsu, seperti halnya para rekannya dari Taiwan serta Korea Selatan, dikabarkan akan merilis chip 128-megabit tahun depan. Dengan kapasitas memori seperti itu, maka akan semakin besar kapasitas memori yang bisa dipasang di sebuah PC. Sebuah chip 128-megabit memang memiliki kapasitas yang delapan kalinya chip 16-megabit. Jalan menuju ke sebuah PC dengan memori minimum 64 MB sudah berada di depan mata, menggantikan standar memori 16 MB yang paling banyak beredar saat ini. Mario Morales, direktur riset semiconductor di International Data Corporation, menyatakan, bahwa saat ini sudah banyak produsen OEM yang sudah banyak meminta chip sekapasitas itu. Pihaknya menyatakan segera akan menghasilkan contohnya pada paruh awal 1998, dan akan memproduksi besar-besaran pada paruh keduanya. Chip tersebut disebut-sebut bakal sudah bisa nampang di PC pada tahun 2000 nanti. Chip 128-megabit dinyatakan sebagai chip transisi. Sebab, perkembangan chip memori menggunakan tendensi kelipatan empat setiap kali muncul. Misalnya, dulu PC menggunakan memori standar 4 megabit, yang lalu menyusul yang 16-megabit, yang lalu diikuti dengan 64-megabit. Saat ini, DRAM yang 16-megabit merupakan chip standar di hampir semua PC. Selanjutnya, pada tahun 1998 atau 1999 akan menggunakan DRAM yang 64-megabit, yang akan menjadi standar PC tahun-tahun tersebut. Jika merunut pada kebiasaan kelipatan empat tadi, maka mestinya DRAM generasi berikut adalah 256-megabit. Dengan begitu DRAM yang 128-megabit merupakan fasilitas antara saja, yang memudahkan para manufaktur untuk menggarap 256 megabit. Bagi kalangan pembuat komputer, maka mereka memang hanya perlu chip sesuai kebutuhan pasar saja. Beda dengan para produsen chip yang harus memikirkan soal investasi di mesin-mesin mereka. Tetapi karena chip 128-megabit yang akan mereka buat tersebut menggunakan basis yang sama dengan yang 256-megabit, maka setidaknya investasi mereka masih bisa berumur lebih panjang. Ceritanya sama dengan ketika dari 4-megabit lalu akan menuju 16-megabit. Saat itu juga ada kebutuhan akan 8-megabit. Wajar, sebelum sampai di 256-megabit akan muncul di pasar yang 128-megabit tadi. Pasar memori tak ubahnya menunggang roller-coaster sepanjang dua tahun belakangan ini. DRAM 16-megabit mengalami penurunan harga habis-habisan sejak 1996 lalu. Padahal pada umumnya mereka baru saja memperbaiki investasi mereka tahun 1995 sebelumnya. Tahun 1997 mereka bahkan mengurangi banyak produksinya, demi untuk mempertahankan harga. Kecenderungan serupa, sepertinya, pasti juga akan terjadi. harga chip 16-megabit awal tahun 1996 lalu harganya sekitar 12 USD. Awal tahun1997 lalu masih sedikit di atas 7 USD, lalu turun menjdai kurang dari 7 USD pada pertengahan tahun 1997 tersebut. Di berbagai pihak, yang mengalami kelebihan stok, malah menjualnya dengan harga 6 USD saja. Padahal, biaya pembuatannya antara 5.50 sampai 6 USD. Pada Januari 1996 lalu, DRAM 94-megabit harganya sekitar 250 USD. Akhir tahun 1996 jatuh menjadi sekitar 90 USD. Sementara akhir-akhir ini harganya hanya sekitar 40 sampai 45 USD. Dengan tren seperti itu, maka akhir tahun ini harganya diperkirakan cuma sebesar 30 sampai 35 USD saja. Lagi-lagi, dengan penurunan harga seperti itu, maka yang ketiban enak adalah para pembeli komputer. Antara delapan sampai 32 chip 16-megabit akan menjadi modul memori standar. Dengan penurunan sebesar 1 USD sebijinya, maka sudah terhemat sektar 32 USD. Pengurangan biaya tadi jelas akan mengurangi pula harga jual. Konsumen, lagi-lagi dibikin enak. Ya, nggak ? (edi purwono) |